Begitulah kondisi dan situasi yang banyak pekerja alami. Terlebih di Indonesia, belum banyak perusahaan yang menggunakan sistem perekrutan dengan aplikasi ataupun menggunakan Artificial Intelligence (AI). Akhirnya banyak pencari kerja yang merasa harap-harap cemas menunggu. Dalam situasi ini apa yang seharusnya seorang kandidat lakukan?
- Tetap Produktif
Masa jeda atau penantian adalah masa peluang yang baik selama bisa kamu isi dengan hal yang produktif. Coba tetap atur waktumu agar tetap menjaga stabilitas mental dan fisikmu. Karena jika ada gap antara kelulusan hingga pekerjaan pertamamu, misalnya ada tiga bulan setelah kelulusan, HR justru akan menanyakan diisi dengan apa tiga bulan tersebut. Akan menjadi nilai positif jika kamu menjawabnya dengan kegiatan yang keren dan bermanfaat. Namun akan jadi nilai minus jika jawabanmu 'hanya' menunggu panggilan kerja.
Tidak jarang juga new hire yang sebelumnya memiliki waktu terlalu panjang dalam masa jeda justru merasa kaget dan merasa adaptasi yang lebih sulit dalam bangun pagi, dan menciptakan waktu produktif dalam jam kerja. Untuk itu jagalah siklus waktu harianmu. Kalaupun pekerjaan yang kamu tuju menggunakan shifting, gunakan waktu yang paling produktif bagimu untuk mengerjakan sesuatu yang bermanfaat.
- Lamar Pekerjaan Ditempat Lain
Ada baiknya kamu melamar di lebih dari satu tempat dalam satu waktu. Namun tetapkan tempat prioritasmu. Ini berguna untuk menjaga ekspektasi dan melihat sejauh apa "nilai jual" potensimu. Jika memang beberapa tempat yang kamu tuju menerimamu, utamakan prioritasmu. Dan kalaupun belum diterima di keduanya, tetaplah berjuang dengan baik. Hal terbaik yang bisa kamu lakukan dalam masa penantian adalah bersabar dan bertahan dengan usahamu.
Gunakan segala macam cara dan cari info sebanyak mungkin tentang pencarian lowongan kerja. Mulai dari sosial media seperti instagram, facebook dan lainnya, coba juga optimasikan linkedIn, jobstreet dan sebagainya sebagai salah satu sumber informasimu.
- Pelajari Format Berkas Lamaran Terbaik
Beberapa perusahaan besar biasanya sudah menggunakan format Applicant Tracking System (ATS) sebagai media perekrutannya. Maka coba sediakan opsi dalam CV-mu dengan segala model yang diperlukan. Ikutilah perkembangan zaman. Hindari menggunakan daftar riwayat hidup yang dijual selebaran di warung atau tempat fotokopi jika yang kamu lamar adalah pekerjaan yang menggunakan komputerisasi.
Coba pelajari juga disini Cara Buat CV yang menarik HR
- Coba Tanyakan pada Contact Person Mengenai Proses Perekrutan
Untuk rekomendasi yang satu ini hanya berlaku jika di flyer atau informasi lowongan kerja menyertakan kontak untuk dihubungi oleh kandidat. Cobalah bertanya dengan sopan dan sertakan sedikit informasi tentang lamaranmu.
Contoh:"Selamat pagi bapak/ibu. Saya Rinda yang pekan lalu tepatnya pada hari Selasa melamar pekerjaan sebagai staf Marketing. Saya mengirimkan berkas yang diminta. Saya izin bertanya sampai dimana proses perekrutan berlangsung? Apakah sudah ditahap pemanggilan kandidat yang lolos berkas?"
Dari kalimat diatas sebaiknya kamu tidak menunjukkan penekanan pada dirimu sendiri. Tanyakan saja proses keseluruhan yang sedang berlangsung. Setidaknya kamu tau kapan harus bersiap jika proses pemanggilan akan dilangsung dalam waktu dekat kemudian, dan juga kamu bisa melepas harapan ditempat tersebut dan lantas memulai lagi di tempat yang lain. Jika hanya menanyakan diri sendiri, kamu bisa dianggap mengirim pesan spam dan tidak sabaran dalam mengikuti tahap perekrutan yang sedang berlangsung.
Alasan HR Tidak Membalas atau Memberikan Umpan Balik pada Setiap Berkas Lamaran
- Terlalu banyak berkas pelamar kerja yang masuk
- File atau berkas yang dikirimkan tidak sesuai format yang diminta
- CV tidak menarik dan otomatis tidak lolos seleksi berikutnya
Amat disayangkan banyak perusahaan di Indonesia masih masuk di tahap menengah dan tidak menggunakan sistem yang menggunakan algoritma atau semacamnya untuk menyeleksi bahkan memberikan umpan balik secara otomatis pada berkas yang tidak diterima. Dan jika itu dilakukan satu persatu oleh HR, hanya memungkinkan jika kandidat tidak ramai. Namun realitanya, satu lowongan mencari satu tenaga kerja bisa mendapatkan ratusan bahkan ribuan pelamar.
Sempat ramai beberapa tahun sebelumnya, bahwa di negara lain bahkan untuk apply magang, seorang mahasiwa mendapatkan feedback yang begitu memotivasi dan menjelaskan alasan kenapa perusahaan tersebut belum menerima pengajuan tersebut. Banyak masyarakat yang sebenarnya menginginkan hal serupa juga terjadi di Indonesia. Namun saingan yang terlalu ketat bahkan banyaknya jalur ilegal dalam penempatan tenaga kerja. Tidak dipungkiri bahwa jalur nepotisme masih berlangsung. Jadi saingan para kandidat tenaga kerja bukan hanya sesama pelamar, namun juga jalur orang dalam.
Ada juga yang perlu dilakukan oleh pelamar jika berkas yang dikirimnya tidak kunjung mendapatkan kabar positif. Perhatikanlah format yang diminta oleh perusahaan. Seringkali perusahaan menggunakan kriteria atau kodefikasi tertentu untuk menyeleksi berkas. Jika berkas kandidat tidak sesuai dengan format yang telah ditentukan, berkas tersebut bisa langsung disingkirkan dan dianggap spam oleh sistem maupun HR yang memproses berkas tersebut. Maka teliti lagi format yang diminta, dan sesuaikan berkas lamaranmu.
Terakhir, sebagai kandidat pencari kerja kamu juga harus cukup berbesar hati untuk menerima bahwa persaingan yang begitu besar dan luas ini, mungkin perusahaan yang kamu tuju memilih kandidat lain yang lebih potensial secara berkas daripada yang kamu kirimkan. Maka dari itu segeralah instrospeksi untuk hal yang masih dirasa kurang dan jadikan penolakan tersebut cambuk motivasi untuk menjadi lebih baik di kemudian hari.
0 Komentar