Personalitas (kepribadian dalam Bahasa Indonesia) adalah kombinasi dari karakteristik, pola perilaku, sikap, dan cara seseorang berinteraksi dengan dunia dan orang-orang di sekitarnya. Personalitas mencakup berbagai aspek, termasuk emosi, kebiasaan, kepercayaan, nilai-nilai, dan respons terhadap berbagai situasi.
Dalam pembahasan ini kita gunakan pendekatannya menggunakan konsep personality+ dari The Four Temperaments.
Pertama-tama mari kenali dulu satu persatu definisi pola karakter dari Personality+
• Koleris: si Ambis dan memimpin• Plagmatis: si tenang dan cinta damai
• Sanguinis: si impulsif dan heboh
• Melankolis: si perfeksionis dan sensitif
Dulu ketika saya belajar mata kuliah Personality Development hampir disetiap kelas dosen saya mengetes pola kepribadian kami (mahasiswanya sekelas). Dan ini terbawa ketika saya sampai di indekos saya dan teman-teman. Soal tes yang diberikan oleh dosen saya, saya berikan ke teman-teman saya. Hasilnya dari berbagai macam tes, kami tidak ada yang sama.
Masing-masing pola memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Si koleris adalah tipikal pemimpin, pengambilan keputusannya taktis, tidak angin anginan. Tapi bisa cukup egois jika ada hal hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. Bertemulah dia dengan orang yang plagmatis, yang easy going dan tidak ambil pusing dengan drama.
Namun plagmatis memliki kelemahan dalam membicarakan perasaannya, bahkan ia lebih memilih diam daripada ada perpecahan. Tapi karena ini juga ia bahkan 'hampir' tidak memiliki musuh karena tidak mencolok dan mampu mengikuti arus dengan baik.
Berbeda dengan melankolis yang perasa, kritis dan memiliki standar tinggi. Kadang ia akan merasa risih jika sesuatu tidak sesuai dengan standarnya. Dan biasanya orang seperti ini sangat rinci dalam mempersiapkan segala sesuatu.
Terakhir, si Sanguinis adalah tipikal ceria nan heboh. Ia suka bergaul dan auranya juga mencairkan suasana yang canggung. Tapi kelemahannya ia sangat mudah berubah ubah. Sebentar memutuskan A tiba-tiba bilang B. Belum lagi kebanyakan tipikal sanguinis ini biasanya last minute person. Udah dekat dateline baru tergerak untuk mengerjakan tugasnya.
Kepribadian dalam Dunia Kerja
Semua karakter ini tentu saja saya temukan dalam dunia kerja. Bahkan sebagai HR disinilah harus mendeteksi bahkan mengalokasikan seseorang pada pekerjaan dan tim yang bisa menjadi boosternya dalam bekerja. Tidak jarang pula kami temui konflik internal karena ketidakcocokan karakter tersebut. Diperlukan harmonisasi yang tepat untuk menggabungkan segala kekurangan dan kelebihan dari
Itulah salah satu sebab digunakannya psikotes yang diberlakukan oleh perusahaan dalam talent mapping maupun dalam mengelola sumber daya manusia yang ada didalamnya.
Contoh paling sederhana:
Si Koleris yang memiliki kemampuan yang baik diarahkan untuk memimpin tim. Tentu koleris ini juga harus disaring dan dites terlebih dulu dalam menjadi leader. Jangan sampai karakter bawaan secara ego yang tingginya mengganggu anggota tim yang lain.
Selanjutnya si melankolis dapat jadi perencana yang baik dalam memecahkan teknis pekerjaan. Ditambah dengan tipe sangunis yang dapat ditempatkan dalam hal komunikasi membuat anggota tetap cair dan riang. Sosok plagmatis yang akan menjadi penengah di antara mereka.
Gambaran Dream Team bisa didapatkan selama semua sosok dengan karakter berbeda ini mampu saling mengisi kekurangan satu sama lain dengan masing-masing kekuatan kepribadian mereka
Maka jika ingin dicocokkan, dalam pola kepribadian akan menjadi talent mapping berikut:
1. Koleris: akan diarahkan dan dikader menjadi leader. Matangkan secara ego, dan caranya dalam mengambil keputusan. Maka dia sangat berpotensi menjadi pemimpin yang mengayomi tim. Karena koleris sisi kuatnya bukan sosok yang plin plan. Namun secara ego dapat menyulitkan jika tidak dibendung dengan kecerdasan emosi.
2. Sanguinis: sangat cocok ditempatkan dalam pekerjaan yang memerlukan kreatifitas dan melibatkan orang banyak. Contohnya Marketing, Public Relations, Customer Service dan sebagainya. Sifat dasarnya memang senang bersama orang lain. Tapi kelemahannya adalah mengikuti rutinitas kantor! Seringkali orang dengan pola kepribadian seperti ini yang tidak bisa diikat oleh waktu dan aturan yang ketat. Belum lagi cepat bosan akan sesuatu. Maka dia akan selalu cari hal baru dengan yang sesuai dengan keinginannya. Impulsif, dan hangat.
3. Plagmatis: tipikal pekerja yang tenang. Tidak banyak drama dan sentosa. Plagmatis bisa berada dimana saja dan bisa jadi perekat yang baik dari semua karakter. Sosok ini sangat tidak menonjol makanya dia jarang memiliki musuh. Selama punya potensi teknis yang baik, pola plagmatis bisa berada dimana saja. Namun lagi lagi, dia bukan tipe yang ingin tampil. Cukup di belakang layar dan memberi support pada semuanya.
4. Melankolis: pola perfeksionis. Sangat cocok pada bidang administrasi dan keuangan. Caranya memberikan rincian lebih unggul daripada yang lain. Kepribadian ini juga yang seringkali bisa memberikan alur kerja paling masuk akal karena step by step clear.
Apa yang terjadi jika seseorang bertemu karakter sesamanya?
Untuk percontohan kolerisBayangkan saja jika ada 2 orang ambisius dalam 1 tempat dan duanya punya ego yang cukup tinggi. Belum lagi jika mereka berdua bersaing untuk hal yang sama. Maka bisa saja akan ada 'dua kepala' yang terbentur dan membuat bingung para anggota tim yang lain.
Untuk yang merasa dalam circle nya merasa ada satu tipe karakter yang sama namun kamu merasa tidak pernah cocok atau malah membenci sikapnya, hati-hati. Siapa tau itu karena kamu sedang membenci sisi dirimu sendiri yang kamu lihat pada oranglain di hadapanmu. Bukankah kita semua punya kekurangan?
Bagi pekerja yang merasa kurang cocok dalam lngkungan kerjamu cobalah kenali diri sendiri bahkan cobalah minta HR untuk mengevaluasi tim kalian. Bisa jadi kalian perlu penyesuaian tim.
0 Komentar