Cara Membuat CV Lamaran Kerja yang Menarik Meski tanpa Pengalaman Kerja (Fresh Graduate)

Mayoritas perusahaan yang sedang membuka lowongan kerja akan meminta syarat CV atau
Curriculum Vitae sebagai berkas penting untuk dinilai. Berbeda dengan resume, CV memiliki format yang lebih panjang dan bersifat kronologis. Sedangkan resume versi singkat cukup satu halaman kertas dan hanya mencantumkan hal-hal yang menunjang dalam pekerjaan yang sedang dilamar.


Berikut format CV yang dianjurkan dan dapat dipastikan bermakna oleh HR

1. Gunakan Pas Foto Terbaru dan Sesuaikan dengan Format Syarat Berkas

Dalam syarat foto pribadi, pastikan yang anda tampilkan adalah smart look atau foto dengan penampilan formal dan profesional. Sesuaikan ukuran pas foto anda dengan format CV. Jangan pernah menggunakan foto selfie apalagi dengan gaya yang tidak tepat. Kemungkinan besar berkas anda akan ditolak. Biasanya untuk pekerjaan yang melibatkan postur tubuh atau yang sering berhubungan dengan pihak eksternal seperti Customer Service, Receptionist anda akan diminta untuk foto full body, maka lampirkan foto sesuai permintaan syarat berkas.

2. Isi CV dengan hal hal Penunjang

• Biodata Diri

Perkenalkan dirimu secara singkat disini. Setidaknya informasi umum yang berguna bagi HR untuk mengetahui identitas tentangmu. Komponen ini selalu dilihat pertama. Namun belum jadi penilaian utama.

• Riwayat Pendidikan

Berikanlah riwayat Pendidikan anda dimulai dari nama Sekolah Dasar dengan rentang tahun aktif atau bisa juga dengan tahun kelulusan anda. Lanjutkan hingga pendidikan terakhir anda. Jika anda melanjutkan pendidikan hingga Magister, lengkapi nama kampus dan tuliskan juga jurusan yang anda pelajari.




• Pengalaman Organisasi / Kepanitiaan

Sebagai tambahan poin, tuliskan segala pengalaman anda dalam berinteraksi dan bersosialisasi dalam organisasi dan kepanitiaan. Berikan pos atau tanggung jawab anda selama menjabat. Sertakan juga tahun dimasing-masing tanggungjawab. Misalnya sebagai koordinator acara Himpunan Mahasiswa 2022. Begitupun untuk pengalaman organisasi.


• Pengalaman kerja
Jika anda sudah memiliki pengalaman kerja sebelumnya, sertakan nama perusahaan dan periode anda bekerja aktif. Tuliskan nama posisi dan ada baiknya anda tampilkan secara ringkas job desk yang pernah anda kerjakan. Hal ini dapat memberikan informasi pada tim HR mengenai keahlian yang anda dapatkan dari pekerjaan rutin anda sebelumnya.



• List Penghargaan atau Pelatihan yang Pernah Diikuti
Tambahan lain yang bisa menjadi poin adalah penghargaan dan pelatihan yang pernah anda dapatkan. Jika memang penghargaan dan pelatihan yang diikuti cukup banyak, anda dapat fokuskan pada yang selaras dengan pekerjaan yang menunjang pekerjaan yang anda tuju. Contohnya: jika anda pernah ikuti pelatihan menulis dan menjuarai suatu lomba menulis maka pekerjaan yang selaras adalah copywriter.

3. Sertakan Portofolio Penunjang

Kalau anda menuliskan banyak daftar pengalaman kerja, pelatihan dan penghargaan, sertakan seluruh sertifikat, dan surat pengalaman resmi yang anda miliki. Karena menuliskan di CV tanpa menyertakan bukti, anda dapat dikatakan menuliskan pengalaman fiktif atau hanya claim sepihak saja.

Bagi anda yang melamar pekerjaan sebagai content creator, sertakan karya anda yang dapat dilihat langsung oleh HR. Jika karya berupa video, upload video pendek dan sertakan link yang dapat divalidasi oleh tim HR.

Jika berkas anda lolos ke tahap selanjutnya, maka bersiaplah untuk membuktikan segala isi CV anda dalam penampilan dan kondisi prima dengan menghadiri tahap wawancara.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Membuat CV

Format CV yang salah masih sering ditemukan

Zaman kini banyak sekali format Curriculum Vitae beredar bahkan dalam salah satu industri ada penyedia template yang gratis bahkan diperjual belikan ke calon tenaga kerja.

Namun sudah tepatkah template yang beredar atau pun format yang sudah anda buat sebelumnya?
Untuk para pencari kerja, berikut sedikit fakta tentang HR.

HR tidak melihat CV lebih dari 2 menit jika tidak ada yang menarik bahkan bisa saja kurang dari itu. Kenapa? Karena ratusan CV bisa di analisa sekaligus apalagi saat perekrutan paralel berlangsung. Perekrutan paralel berarti lowongan kerja dibuka lebih dari satu dalam waktu bersamaan.

Kondisi lainnya adalah Walk in interview saat ribuan pelamar langsung antri bersamaan dan filter awal yang ditetapkan dalam ketatnya persaingan. Jadi apa yang bisa membuat anda tersingkir?

Mari cermati format CV (Curriculum Vitae) atau dalam bahasa Indonesia juga dikenal dengan daftar riwayat hidup.

Jika anda melamar posisi profesional atau menengah ke atas seperti finance, marketing usahakan jangan gunakan lembar format yang bisa dibeli dari tempat fotokopi seperti ini




Daftar riwayat hidup dengan warna sama dan tanpa gambar atau poin tambahan yang bisa ditampilkan. Dengan memberikan berkas ini dapat ditafsirkan oleh HR adalah anda belum bisa diberikan pekerjaan yang mengarah ke administrasi dengan komputerisasi. Karena tergambar dari CV yang diberikan. Tidak mengatakan ini hal yang fatal. Namun anda harus sesuaikan berkas dengan posisi yang anda tuju dengan cara anda melamar pekerjaan.

Berhenti menggunakan template yang mencantumkan penilaian abal-abal seperti ini
Score dalam CV yang subjektif

Template masih sangat sering ditemukan. Pertanyaannya adalah skala hasil penilaian siapa? Bisa dipastikan poin tersebut hanya berdasarkan penilaian pribadi.

Percayalah itu sama sekali tidak berarti kecuali untuk hanya menambah estetika alias tidak bermakna apapun bagi HR

Ada juga CV yang menggunakan tema yang di modifikasi sendiri secara desain. Warna, font tulisan, dan lain lain turut mempengaruhi CV. Sayangnya beberapa hal tersebut membuat kejelasan informasi justru sulit terbaca. Kalau sudah seperti ini ada baiknya anda juga meminta koreksi dari orang sekitar untuk turut menilai dan berkonsultasi ke orang yang tepat dalam mempersiapkan CV yang akan anda kirim.

Semakin baik informasi yang tampil semakin menarik. Inti dari CV adalah cara kamu mempresentasikan diri namun dengan cara elegan dengan tidak narsis, tidak juga jadi membuat tim HR malas melihat datamu. Jadikanlah CV representasi diri anda dalam keadaan terbaik.

Cara Mengisi CV bagi Kandidat Tanpa Pengalaman Kerja (Fresh Graduate)


Dalam perekrutan seringkali yang akan ditanyakan adalah pengalaman kerja. Bahkan dalam flyer lowongan dengan kata kunci "diutamakan yang berpengalaman" menjadi penekanan yang sangat diperhatikan oleh HR.

Disclaimer, secara fakta jelas lebih realistis bahwa yang memiliki pengalaman akan tetap memiliki score yang lebih tinggi dibandingkan yang belum berpengalaman sama sekali. Untuk kamu yang masih dalah usia produktif, apalagi masih dalam fase perkuliahan, kejar dan ikutilah segala kegiatan yang bermanfaat. Dalam kategori pentingnya ialah yang melibatkan interaksi sosial.

Berikut dongkrak lain agar tetap memiliki poin penunjang dalam lamaran kerja:

1. Internship (magang)

Dalam kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ataupun perkuliahan, magang bisa dikatakan mata kuliah wajib untuk semua mahasiswa. Kamu bisa ambil kesempatan tersebut dengan baik. Karena dalam magang sudah pasti ada interaksi sosial demikian pula kamu mulai diperkenalkan dengan dunia kerja. Banyak banyaklah bertanya untuk mempelajari pengalaman dari profesional dan coba minta tugas yang disesuaikan dengan keahlian yang bisa kamu kerjakan.

Kalaupun kamu tidak dapat memaksimalkan periode magang dari kampus, coba cari program internship dari perusahaan. Contohnya seperti ini

Contoh Flyer Program Internship






Dalam program seperti ini, kesampingkanlah dulu ego dan motivasi materi. Karena yang dikedepankan oleh perusahaan mayoritas adalah kesempatan belajar bagi usia produktif masa perkuliahan maupun bagi fresh graduate yang belum ada pengalaman sama sekali. Jika kamu dapat bergabung di program internship dalam perusahaan skala besar, ada kemungkinan juga kamu akan dilirik oleh HR karena paparan kerjanya lebih luas dan dinilai profesional. Bahkan jika kamu memiliki potensi yang tinggi, ada kemungkinan juga perusahaan fasilitator internship tersebut akan menawarimu langsung pekerjaan yang tersedia.

2. Pengalaman Organisasi dan Kepanitiaan

Aktif dalam kegiatan sosial juga kamu dapatkan di organisasi. Kamu dapat cantumkan semua pengalaman posisi yang kamu terima, bisa juga kamu jelaskan secara ringkas apa yang kamu kerjakan pada posisi tersebut. Hal ini dapat menambah poin dari sudut pandang HR bahwa kamu sudah memiliki pengalaman komunikasi yang lebih baik daripada fresh graduate tanpa pengalaman apapun. Salah satu hal penyebab kandidat tanpa pengalaman tertolak ialah ia belum bisa membuktikan bahwa dalam organisasi skala kecil ia mampu beradaptasi apalagi jika memasuki dunia kerja yang penuh dengan komunikasi sosial. Ringkasnya, kandidat terbaik adalah yang mampu memahami instruksi tugas dengan baik, begitupula mampu melaporkan progres dan hasil pekerjaannya dengan baik pula.

3. Memiliki Sertifikasi Keahlian Tertentu


Sekarang sudah sangat banyak pelatihan entah itu online maupun offline. Dari yang gratis sampai biaya jutaan. Waktu tidak terikat, kamu bebas memilih wakut luang. Amat sangat disayangkan jika kamu tidak mengikuti apapun.

Dan untuk informasi tambahan, HR pastinya akan cenderung memilih kandidat yang mampu membuktikan keahliannya. Artinya sertifikasi yang kamu ikuti juga memiliki penilaian ataupun tes standardisasi yang menyatakan bahwa kamu sudah layak pada keahlian tersebut. Kalaupun sifat pelatihan hanya seperti kelas pada umumnya, maka coba pelajarilah dengan tekun dan catatlah poin poin penting yang cukup berkesan untukmu. Saat wawancara, poin ini bisa menjadi bahan jawaban atas apa yang pernah kamu pelajari.

Bagi fresh graduate, poin pentingnya adalah setidaknya kamu memiliki usaha untuk meningkatkan kualitas dirimu! Jangan malas dengan segala kemudahan fasilitas yang sudah ada di zaman ini. Sudah disclaimer diawal, sainganmu juga orang-orang yang juga memiliki pengalaman. Sangat kontras penilaiannya jika kamu sama sekali tidak mengusahakannya. HR akan memilih kandidat juga paling potensial. Semakin mendekati ideal maka HR tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk memberikan bimbingan teknis dari awal karena kandidat sudah memiliki dasarnya.

Jika berkasmu lolos, maka seleksi akan semakin ketat. "Dengan apa kamu mengisi waktu luang? Kenapa CV anda tidak memiliki pengalaman apapun?" Andai kamu gagal mempersiapkan jawaban dengan bobot pengalaman, maka kamu bisa blank menghadapi pertanyaan lanjutan.

Posting Komentar

0 Komentar