Definisi Cover Letter
Cover Letter atau surat lamaran kerja adalah dokumen tertulis yang diajukan oleh seorang individu kepada suatu perusahaan atau organisasi sebagai ekspresi minatnya untuk mengisi suatu posisi pekerjaan yang sedang dibuka. Surat ini berfungsi sebagai alat untuk memperkenalkan diri, menyampaikan kualifikasi dan pengalaman kerja, serta menyatakan motivasi dan ketertarikan pelamar terhadap posisi yang diinginkan.
Dalam surat lamaran kerja, biasanya terdapat informasi seperti:
Identitas Pribadi:• Nama lengkap, alamat, nomor telepon, dan alamat email pelamar.
Tujuan Lamaran:
• Posisi atau jabatan yang dilamar.
Motivasi Lamaran:
• Alasan mengapa pelamar tertarik dengan posisi tersebut dan perusahaan tersebut.
Kualifikasi dan Pendidikan:
• Pendidikan terakhir dan kualifikasi lain yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Pengalaman Kerja:
• Pengalaman kerja sebelumnya yang relevan dengan posisi yang diinginkan.
Keterampilan dan Keahlian:
• Keterampilan atau keahlian yang dimiliki pelamar yang relevan dengan persyaratan pekerjaan.
Pengakhiran Surat:
• Permohonan untuk diundang wawancara dan ekspresi rasa terima kasih atas perhatian.
Tanda Tangan (jika surat lamaran dicetak):
• Tanda tangan pelamar sebagai tanda keseriusan dan persetujuan.
Surat lamaran kerja bertujuan untuk menarik perhatian perekrut dan meyakinkan mereka bahwa pelamar adalah kandidat yang sesuai dan memiliki nilai tambah bagi perusahaan. Oleh karena itu, isinya sebaiknya dirancang agar mencerminkan profesionalisme, antusiasme, dan relevansi dengan persyaratan pekerjaan.
Berikut adalah contoh format surat lamaran kerja yang dapat kamu gunakan sebagai panduan. Pastikan untuk menyesuaikan detail seperti nama, alamat, dan informasi spesifik sesuai kebutuhanmu:
____________________________________________________________[Alamat Anda] [Tanggal]
[Alamat Perusahaan] [Perhatian: Nama Penerima Lamaran] [Posisi atau Departemen yang Dilamar] [Nama Perusahaan]
Dear [Nama Penerima Lamaran],
Saya menulis untuk mengajukan lamaran pekerjaan untuk posisi [Posisi yang Dilamar] yang saya temui di [Sumber Informasi Lowongan]. Saya sangat tertarik untuk bergabung dengan [Nama Perusahaan] karena reputasi yang luar biasa dalam [sebutkan aspek atau industri tertentu].
Saya memiliki latar belakang dan keterampilan yang saya yakini akan membuat saya kontributor yang berharga untuk tim Anda. Beberapa poin penting dari pengalaman dan kualifikasi saya meliputi:
• [Sebutkan Pendidikan Terkait dan Gelar]
• [Rincian Pengalaman Kerja Terkait]
• [Keterampilan Khusus yang Ditekankan]
Saya memiliki kemampuan [sebutkan keterampilan yang relevan] yang telah saya terapkan secara sukses dalam proyek-proyek sebelumnya. Selain itu, saya memiliki kepribadian yang siap belajar, kemampuan berkomunikasi yang baik, dan kemampuan bekerja sama yang kuat.
Saya percaya bahwa visi dan nilai [Nama Perusahaan] selaras dengan aspirasi karier saya, dan saya sangat antusias untuk berkontribusi pada kesuksesan perusahaan. Saya bersedia untuk bertemu dengan Anda dalam wawancara guna membahas lebih lanjut tentang bagaimana latar belakang dan keterampilan saya dapat mendukung tujuan perusahaan.
Saya melampirkan resume saya untuk informasi lebih lanjut. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap lamaran saya. Saya berharap dapat segera berbicara lebih lanjut dan bergabung dengan tim [Nama Perusahaan].
Hormat saya,
[Tanda Tangan (jika surat lamaran dicetak)]
[Nama Anda]
____________________________________________________________
Tips Surat Lamaran agar Lebih Menjual dan Berkesan untuk HR:
Pahamilah bahwa ada ratusan bahkan ribuan berkas pelamar lain yang bersaing secara kualitas denganmu. Maka cobalah buat surat lamaran yang menggambarkan dirimu secara personal. Bukan secara template.
2. Perhatikan detail!
Aspek motivasi seringkali tidak ditemukan pada mayoritas surat pelamar. Malah seringkali seperti tebar jala dimana bahkan nama perusahaan tidak disebutkan secara terperinci. Bahkan dalam banyak kasus ada juga yang bahkan salah nama perusahaan dalam mengirimkan surat lamarannya. Ini sudah nilai minus, artinya kamu dapat dinilai ceroboh dan tidak mementingkan detail. Analoginya kamu sedang menyebut nama perempuan atau lelaki lain saat sedang bersama calon pasanganmu.
3. Gunakan aspek humanis dalam surat lamaranmu
Ingatlah bahwa HR yang menyeleksi berkasmu juga manusia, meski ada sebagian perusahaan sudah menggunakan sistem ATS, namun yang menjalankan sistem tersebut tetaplah manusia. Berilah alasan kuat kenapa seseorang ini harus memilihmu. Nyatakan semangatmu, bukan hanya sekedar "karena saya melihat ada lowongan di sumber A, maka saya ingin melamar posisi tersebut". HR pastinya sudah memahami bahwa alasan terbesar seseorang ingin melamar kerja adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup atau ingin mendapatkan upah. Namun berilah nilai tambah, "apa yang bisa saya berikan untuk perusahaan ini, saya ada passion dalam bidang ini".
Saya pribadi masih mengingat surat lamaran diantara ribuan berkas yang mungkin sudah saya seleksi. Ada salah satu pegawai yang melamar pekerjaan karena merasakan antusiasme saat ikut dalam kegiatan kerelawanan lembaga yang cukup besar. Di suratnya ia menyatakan ingin bergabung dengan emosi dan empati yang ia rasakan selama mengikuti acara lantas merasa terpanggil untuk ikut membantu. Bagi HR itu bukan lagi motivasi matrealistis. Namun ia sudah ingin menjadi bagian dari hal yang dikerjakan oleh lembaga tersebut. Inilah nilai tambahnya!
Semoga kamu bisa memperkenalkan dirimu dengan baik dengan berkas yang kamu kirimkan ya.
0 Komentar